Apa Perbedaan Q-Led dengan O-Led?

Apa Perbedaan Q-Led dengan O-Led?

Apa Perbedaan Q-Led dengan O-Led?

Jika untuk membahas antara televisi dengan layar yang besar untuk kelas premium, dari semua jenis televisi yang ada di indonesia ini pastinya yang terbaru itu yaitu jenis televisi Q-Led dengan O-Led dengan jenis merek televisi yang sangat canggih dari kedua jenis tv tersebut.

kenapa kita bisa mengatakan bahwa dari semua tv yang di indonesia, hanya Q-Led dengan O-Led yang sangat terkenal di indoensia?
QLED sendiri adalah teknologi Quantum Dot Display (singkatan dari Quantum-dot Light Emitting Diode) yang dikembangkan oleh raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung. Sementara, OLED (Organic Light-Emitting Diode) adalah teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan seperti LG dan Sony.

Pada kenyataannya, QLED dan OLED adalah dua jenis teknologi TV yang berbeda. Seperti apa perbedaannya?
QLED sendiri adalah TV LED yang menggunakan teknologi titik quantum untuk meningkatkan performa gambar lebih tajam dan kontras. Samsung mengklaim, QLED bisa menghadirkan tingkat kecerahan yang lebih tinggi tetapi tetap nyaman untuk dilihat.
Adapun QLED juga dapat menciptakan volume warna yang lebih ‘kental’ hingga tingkat kepenuhan 100 persen.

Karenanya, TV QLED dapat menampilkan seluruh warna secara akurat termasuk dalam berbagai kondisi kecerahan, sekitar 1.500 sampai 2.000 nits. Sebagai informasi, TV QLED Samsung juga telah menerima akreditasi untuk layar yang menampilkan volume warna hingga 100 persen. Akreditasi itu pertama kali dilakukan pada 2017 dan diberikan oleh asosiasi sertifikasi dan pengujian kelas dunia.

“Detail gambar yang ditampilkan QLED dapat dipertahankan secara otomatis, terlepas dari kondisi konten yang gelap atau terang, termasuk apabila konten itu diputar di ruangan temaram atau cukup cahaya,”

Selain itu, QLED TV mendukung hampir seluruh DCI-P3 (Digi Color US), yang merupakan standar tingkat kecerahan. DCI-P3 adalah tolak ukur industri film Amerika Serikat untuk representasi warna dan standar pada 2D yang menghitung tampilan warna sebuah layar.

Berbeda dengan QLED, OLED merupakan layar emisif yang membutuhkan jutaan LED kecil untuk mengisi layar TV.

Layar OLED memiliki karbon organik yang bisa menghasilkan cahaya di setiap layar. Menariknya, molekul dari karbon organik ini tidak membutuhkan lampu dan bisa menerangi dirinya sendiri dan bisa menciptakan tingkat kecerahan yang imbang dengan pewarnaan yang lebih realistis.

Sederhananya, OLED bisa menciptakan satu warna konsisten di manapun penonton bisa menyaksikannya dalam sebuah ruangan. Ukuran layar OLED sendiri bisa lebih tipis dari QLED dan sangat hemat daya.