Apakah Berbahaya Konsumsi Daging Merah UntuK Bayi?

Apakah Berbahaya Konsumsi Daging Merah UntuK Bayi?

Apakah Berbahaya Konsumsi Daging Merah UntuK Bayi?

Selain memiliki cita rasa yang enak, daging juga mengandung banyak manfaat. Namun apakah daging ini bisa jika diberikan pada bayi? Daging dapat diberikan kepada bayi sejak ia telah diberikan makanan pendamping oleh sang ibu. Namun, walaupun begitu mengingat daging ini memiliki begitu banyak protein yang jika tidak diperhatikan dapat membebani ginjal.

Daging ayam atau daging sapi? Daging ayam dan daging sapi ini sama-sama memiliki manfaat yang banyak. dalam pengolahan daging ini yang terpenting daging diolah sehalus mungkin agar zat besi dari daging tersebut mudah diserap oleh bayi. Pastikan dalam memasak, daging ini matang tapi tidak terlalu matang yang dapat merusak rasa asli dari daging tersebut. Selain ayam dan sapi, daging bebek serta daging kalkun dapat diberikan untuk bayi. Daging adalah salah satu media untuk bakteri berkembang biak.

inilah beberapa menurunkan Resiko yang di kontaminasi oleh bakteri pada makanan lainnya, yaitu dengan menggunakan :
1. Menggunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk sayuran dan daging.
2. Biasakan mencuci tangan sebelum mengolah dan memegang daging mentah.
3. Olah daging dengan tepat.
4. Panggang dalam wadah yang tertutup.

> Hindari menggunakan daging olahan :
Sebaiknya ibu tidak menggunakan daging olahan seperti nugget, bakso, dan juga sosis untuk bayi anda. Daging olahan banyak mengandung garam, dan mengandung zat kimia berbahaya bagi kesehatan. Selain daging olahan tersebut sebaiknya anda tidak memberikan bayi anda daging kambing atau daging domba yang memiliki efek panas pada pencernaan bayi. Buang lemak yang ada pada daging merah

Kami akan memberikan beberapa zat yang mengandung dari dalam daging merah ini, yaitu seperti :
1. Protein, setiap 100 gr daging merah ini mengandung 20-25 gr protein. Protein yang berasal dari daging merah ini mudah untuk dicerna oleh balita, dibandingkan dengan protein yang berasal dari gandum dan kacang-kacangan.

2. Lemak. Jika lemak yang menempel pada permukaan dibersihkan, daging merah ini mempunyai kandungan lemak tran dan lemak jenuh, kandungan ini relative rendah yang tidak mengganggu kesehatan. Kandungan kolesterol yang terdapat di dalamnya tidak mengakibatkan kolesterol di tubuh anda naik.

3. Energi. Dengan mengkonsumsi 100gr daging merah setiap harinya maka 27% kebutuhan energi terpenuhi.

4. Vitamin D. Daging merah ini juga adalah sumber vitamin D yang bermanfaat bagi tulang dan juga gigi.

5. Vitamin B kompleks ini sangat dibutuhkan oleh balita yaitu membantu kerja saraf di otak dan membantu dalam berkonsentrasi dan juga daya ingat.

6. Zat besi (Fe). Zat besi ini membantu dalam membentuk sel-sel darah pada balita. Dibandingkan dengan sayuran daging merah ini mudah diserap oleh tubuh balita.

7. Asam lemak omega-3, terkandung 30 mg asam lemak omega-3 pada 150 mg daging merah. Senyawa ini bermanfaat untuk membantu sistem saraf pusat, fungsi dari jantung, dan juga fungsi hati.

Berikan daging pada bayi berusia 7-10 bulan.
– Jika bayi belum mempunyai gigi sebaikya bayi diberikan daging cincang yang halus.
– Jika bayi telah memiliki gigi dan dapat memakan biskuit dan buah-buahan anda dapat memotong kecil daging.
– Seimbangkan daging merah dengan zat gizi lainnya.