Beberapa Hal yang Di Sembunyikan Dari Ayah ketika Sudah Mempunyai Anak

Beberapa Hal yang Di Sembunyikan Dari Ayah ketika Sudah Mempunyai Anak

Beberapa Hal yang Di Sembunyikan Dari Ayah ketika Sudah Mempunyai Anak

Mungkin semua orang menyadari bahwa ayahnya adalah sebagai sosok yang berani, memiliki rasa yang kuat dan pantang menyerah di depan kalian. akan tetapi di balik siapa yang ia tunjukan terhadap kalian tadi sebenarnya ia ada menyimpan beberapa ketakutan yang dia pendamkan sendiri dan tidak ingin menceritakan kepada siapapun. pasti banyak yang tidak perhatikan dari kebalikan keberanian dari suami anda.

ketika hubungan berjalan di awal pernikahan, tentu saja anda dengan pasangan anda memiliki banyak waktu untuk saling beradaptasi untuk mengenai tentang kehidupan rumah tangga. namun setelah beradaptasi, maka akan kehadiran anak yang dapat untuk mengubah dinamika kehidupan rumah tangga anda. Tentunya Anda dan pasangan menyambut anugerah tersebut dengan bahagia. Tetapi bagi ayah, kadang ada ketakutan yang tersembunyi di balik kebahagiaan tersebut.

jadi, inilah beberapa rahasia dari sang ayahnya yang menutupi dari rumah tangga ketika iya menyadari bahwa suami sekarang akan menjadi seorang ayah, yaitu :
1. Takut tidak bisa menghidupi keluarga
Pada beberapa kasus, ketika lahir anak pertama umumnya ada pergeseran pola perekonimian keluarga. Jika awalnya ayah dan ibu bekerja, setelah kelahiran anak bisa jadi ibu berhenti bekerja atau ayah dan ibu tetap bekerja namun muncul pengeluaran tambahan untuk membayar pengasuh atau day care. Hal-hal seperti ini kadang membuat ayah merasa khawatir tidak dapat menghidupi keluarga dengan baik.

2. Takut tidak bisa menemani melahirkan atau merawat bayi
Perasaan takut menghadapi persalinan bukan hanya dirasakan oleh ibu hamil, namun ayah juga dapat merasakan hal tersebut. Ketakutan ayah ketika melihat darah, takut dengan suasana ruang operasi, serta takut memegang dan menggendong bayi yang baru lahir kadang membuat ayah merasa tidak dapat melakukan tugasnya sebagai ayah dengan baik.

3. Takut tidak bisa menjadi contoh yang baik
Anak Anda adalah apa yang Anda contohkan padanya dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang tua baru kadang melupakan prinsip ini sehingga tidak melakukan refleksi pada sikapnya sehari-hari. Jika ayah tanpa disadari sering mengucapkan kata kasar atau bersikap buruk pada tetangga, maka hal ini dapat ditiru oleh si kecil. Sering kali ayah menegur anaknya jika ia bersikap tidak sopan pada anak lain padahal ia mencontoh sikap tersebut dari ayahnya. Karena itu berhati-hatilah dalam bersikap khususnya jika di hadapan anak.

Namun, dari ketakutan dari ayah inilah yang sebenarnya hal wajar. jika suami anda meraasa mengalami hal tersebut, maka anda bisa mengajak suami anda untuk berbicara atau mencari solusi yang terbaik. dan jangan lupa, seorang ayah itu juga sebagai manusia yang dimana memiliki rasa ketakutan dan khawatir.

Author: jordan smith