Beberapa Kata - Kata Yang Tidak Boleh Bicara Pada Anak

Beberapa Kata – Kata Yang Tidak Boleh Bicara Pada Anak

Beberapa Kata - Kata Yang Tidak Boleh Bicara Pada Anak

Beberapa Kata – Kata Yang Tidak Boleh Bicara Pada Anak

Jika ingin mendidik anak itu dengan kata yang disiplin, dan bersikap baik dengannya. akan tetapi banyak orang yang mencoba dengan cara ini kebanyakan selalu gagal, jadi hal apa yang harus di lakukan untuk bisa mendidik anak dengan yang baik, nah kami ada sedikit solusi untuk gimana cara mendidik anak menjadi yang baik.

beberapa cara hal ini agar bisa membuat anak kita itu mempatuhi kita, yaitu :
1. ” Coba Contoh Kakakmu”
hal yang sering kita melihat itu poada saat anak kita belajar sendiri, namun hal yang dia lakukan itu adalah hal yang salah, akan tetapi kita akan membujuk dengan kata yang baik terhadap anak. ” Nak, Coba kamu perhatikan dengan kakak kamu itu gimana cara belajar memakai baju yang benar. ibu yakin kamu juga akan pasti bisa dengan seperti kakak kamu Nak “. dari ucapan ke dua orang tua ini tidak boleh dengan mengeluarkan nada yang tinggi ataupun emosi, namun harus dengan menggunakan nada yang halus agar anak kita bisa belajar yang benar dan akan juga mendorong prestasai anak kita.

2. “Jangan nangis”
Variasi kalimat yang lain: “Jangan sedih.” “Jangan cengeng.” “Jangan takut.” Tapi anak-anak balita saat marah, takut, kesal pun menangis. Mereka tidak bisa selalu mengartikulasikan perasaan mereka dengan kata-kata. “Hal yang sangat wajar bagi orang tua ingin melindungi anak dari perasaan seperti itu,”
Sebagai gantinya Anda bisa mengatakan, “Kamu sedih tidak diajak bermain oleh Bayu?” atau “Kamu marah mainanmu direbut?” Dengan menamai perasaan, anak Anda akan belajar memberinya kata-kata untuk mengekspresikan dirinya.

3. “Berhenti atau mama pukul!”
Dalam mendisiplinkan anak, ancaman itu jarang efektif. Anda mengancam dengan peringatan seperti “Ayo berani ulangi lagi, Mama pukul!” Cepat atau lambat anak akan belajar bahwa ancaman itu tak pernah terjadi. Akhirnya ancaman Anda kehilangan kekuatannya. Lebih buruk lagi justru membuat Anda tambah frustasi, akhirnya malah memukul. Akan lebih efektif jika melakukan pengalihan. Caranya dengan membawa anak pergi dari situasi tersebut.
Misalnya, ia mengamuk di toko mainan karena tidak diturutin kemauannya anak kita. Daripada Anda bereaksi dengan membentak, mengancam, melotot, langsung saja ambil tindakan dengan menggendong anak Anda keluar dari toko, bawa ke tempat lain, lakukan time out setelah tenang beri pengertian.

4. “Tunggu sampai Ayah pulang!”
Pengasuhan tipe ini adalah jenis lain dari tipe mengancam. Seperti halnya mengancam, cara ini tidak efektif. Bila Anda ingin pesan Anda sampai pada anak, disiplin harus dilakukan saat itu juga, bukan nanti. Saat anak Anda berulah, bersikap tidak baik, langsung beri konsekunsinya. Disiplin yang ditunda tidak mengajarkan konsekuensi tindakan salah pada anak. Kemungkinan besar yang terjadi saat si ayah pulang, anak Anda sudah lupa kejadian yang tadi. Akibat buruk lainnya, bila ini sering Anda lakukan, Anda akan kehilangan otoritas di mata anak Anda.

Jadi inilah beberapa hal yang sebenarnya tidak boleh berkata di depan anak kita, agar anak kita bisa belaajar hidup yang mandiri dan disiplin terhadap siapapun baik di luar rumah maupun di dalam rumah. semoga hal ini tersebut bisa mendorong kedisiplinan anak kita.

Author: jordan smith