Cara Melatih Anak Belajar Berjalan

Cara Melatih Anak Belajar Berjalan – Setiap bayi yang baru saja lahir pastinya masih sangat imut dan belum mengerti apa-apa. Pertumbuhan bayi sangatlah cepat, awalnya bayi akan selalu menghabiskan waktunya dengan selalu tertidur sangat nyenyak. Setelah satu atau dua bulan usia bayi, waktu tidurnya akan berkurang dan bayi akan lebih aktif bergerak. Ia mulai berguling dan menendang sekitar tempat berbaringnya menggunakan tungkai dan lengannya. Dan dalam waktu sekejap, bayi akan mulai mencoba berjalan untuk pertama kalinya.

Baca juga: Waspadai Dengan Jenis Katarak Terhadap Bayi Anda

Saat usia bayi suah memasuki umur 9 bulan keatas, bayi akan mulai untuk berdiri tanpa menggunakan bantuan, walaupun setiap percobaannya akan selalu jatuh. Setelah beranjak usia 1 tahun bayi sudah mulai bisa untuk berjalan, namun sudah pastinya bahwa bayi dapat berjalan pastinya karna di ajari oleh orang tuanya. Nah ini dia cara untuk melatih anak belajar berjalan.

Sesekali posisikan anak tengkurap

Tengkurap juga menjadi salah satu faktor yang merangsang anak untuk cepat berjalan. Tengkurang ini memiliki banyak manfaat, semisal melatih otot tangan, leher dan punggung. Nah, kekuatan otot punggung dapat mempengaruhi kekuatan anak untuk berjalan. Sebab selain kaki, otot punggung juga menjadi tumpuan ketika anak berdiri.

Mengajari berdirik tegak

Cara melatih anak berjalan usia 1 tahun yang paling awal dengan mengajarinya beediri tegak. Teknik ini bisa dilakukan ketika usia bayi memasuki 9 bulan. Ibu bisa membantunya berdiri di dalam box tidurnya dengan membiarkan anak berpegangan pada sisi-sisinya. Lalukan latihan ini setiap hari, namun jangan terlalu memaksakan. Perhatikan juga kondisi kakinya saat berdiri. Apakah masih menekuk atau tidak. Jika anak sudah bisa berdiri dengan telapak kaki menempel sempurna dan tegak, maka ibu boleh memulai metatihnya di lantai.

Menitah (tatih) anak

Salah satu cara menstimulus anak untuk bisa berjalan yakni dengan menatih. Pegangi kedua tangannya, lalu ajak anak melangkahkan kakinya secara perlahan. Lakukan praktek ini setiap hari, setidaknya saat usianya memasuki 9 bulan. Ketika ibu melihat anak sudah cukup kuat menegakkan kakinya, ibu bisa melepaskannya untuk berjalan sendirian. Namun tetap awasi pergerakan anak untuk menghindari hal-hal berbahaya.

Sediakan pegangan

Ketika bayi sudah mulai bisa berdiri, ia akan mulai melangkah secara perlahan. Lalu terjatuh lagi. Intinya bayi belum bisa berjalan lancar. Nah, untuk membantu kondisi tersebut, ibu bisa memberikan bantuan lewat pegangan. Misalnya kursi, meja atau mungkin membiarkan anak memegangi pergelangan tangan ibu. Biarkan ia berjalan secara mandiri serambi berpegangan. Kemudian jangan lupa memberikan pujian-pujian dan tepuk tangan. Perhatikan juga kondisi lantai. Pastikan bersih dan tidak ada benda berbahaya.

Sesekali gunakan baby walker, tapi jangan terlalu sering

Baby walker adalah alat yang bisa digunakan untuk membantu bayi berjalan. Sesekali tak masalah mengajak bayi berlatih berjalan dengan baby walker. Aktivitas ini bisa melatih otot-otot kaki dan punggungnya. Namun jangan terlalu sering ya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa anak kecil yang sering menggunakan baby walker rentan mengalami cedera, seperti otot kaki terkilir, jatuh, terjepit, tertimpa benda yang ditarik dari meja, dan sebagainya. Sebuah penelitian lain juga menyebutkan bahwa anak yang keseringan memakai baby walker mengalami keterlambatan berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *