Data Facebook & Meningkatkan Aturan Ketat Untuk Majalah PlayBoy

 Data Facebook & Meningkatkan Aturan Ketat UntuK Majalah PlayBoy

Data Facebook & Meningkatkan Aturan Ketat Untuk Majalah PlayBoy

Dengan sebuah kontroversi yang akan di timbulkan sebuah kebocoran data di Facebook ini masih saja menyisakan kepanikan di seluruh Dunia. pasalnya dengan jejaring Sosial itu akan di bisa di gunakan untuk menjadi sebuah menyadap, mencuri, dan juga akan memanfaatkan data para pengguna sebagai hasil tujuan yang ilegal, Apalagi data – data ini sempat saja di jual untuk di kampanye politik Donald Trump maka Data – Data Facebook akan mengalami masalah yang sangat besar.

Dari Masyarakat USA Dan juga datang yang berasal dari bagian negara barat yang lainnya juga lansung bereaksi dengan atas skandal dimana Facebook mengalami kebocoran data – data ini, dengan tidak memiliki rasa yang percaya atas jaminan dari data privat ini pun akan semakin memuncak, dan bahkan sekarang banyak sekali orang yang menggunakan facebook untuk memutuskan meninggalkan platform di sosial media ini. namun saat ini facebook adalah sebuah perusahaan teknologi yang dimana sangat terbesar. kemarahan Netizen pun akan menjadi tak terbendung dan juga sudah terbukti dengan merebaknya tagar kampanye DeleteFacebook dan diikuti merosotnya saham facebook dalam 10 hari ini.

mark Zuckerberg juga sendiri telah akan menyampaikan dengan hasil penyesalannya dengan secara pribadi. namun hingga saat ini sama sekali tidak ada pernyataan resmi yang di berikan oleh facebook di level perusahaan. dan juga sudah banyak telah netizen yang merasa resah atas skandal ini tersebut. dan dari netizen ini juga akan melakukan penghapusan facebooknya untuk demi menjaga data privasi digital mereka sendiri. Tren ini diikuti oleh pesohor Elon Musk, yang menghapus akun bisnis Tesla di facebook.

Dengan hal tersebut juga akan di ikuti oleh sebuah majalah playboy internasional yang diaman juga akan mengikuti penghapus akun pada saat tanggal 28/03 Cooper Hefner anak pemilik Playboy, alm Hugh Hefner, memutuskan hal ini karena merasa resah aturan facebook dan keselamatan datanya. sebuah konten Facebook sebenarnya sangat berkontradiksi dengan jenis aturan perusahaan kami, dan juga selama ini kami sudah telah mencoba dengan menyuarakan aspirasi kami kepada platform ini, untuk dapat lebih ekspresif secara seksual. Menimbang skandal terbaru facebook pada pemilihan presiden Amerika, ini menunjukkan konsern kami atas keselamatan serta privasi data pengguna layanan kami. Terdapat lebih dari 25 juta penggemar Playboy di facebook. Hal ini membuat kami yakin saatnya meninggalkan sosial media ini

Hal yang perlu harus anda ingat adalah Mark Zuckerberg tak hanya memiliki Facebook. Perusahaan teknologi miliknya juga meliputi WhatsApp dan Instagram. Walaupun saat ini data yang diincar dari pengguna Amerika dan sekitarnya, bukan tak mungkin privasi kita akan terancam.

Untuk perusahaan yang telah survive sejak 2007 seperti facebook, tak dapat menjaga data penggunanya adalah sangat fatal. Bukan tak mungkin aktivitas digital kita saat ini sebenarnya juga sedang diintai ‘mata’ tak terlihat. KLovers tidak bisa memasrahkan keselamatan data kepada pihak penyedia layanan digital.

Bahkan Mark Zuckerberg dan istrinya tak mengunggah banyak privasi ke dalam akun sosial media mereka. Tampaknya mereka paham betul akan pentingnya memproteksi data pribadi. Mungkin kita juga harus melakukan hal yang sama. Bukan tidak mungkin data kita yang dimiliki pihak lain disalahgunakan. Akibatnya pun bisa membahayakan kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *