Gwopal memilih Progressive Web Apps Di Banding Mobile Apps

Gwopal memilih Progressive Web Apps Di Banding Mobile Apps

Gwopal memilih c Di Banding Mobile Apps

Setelah usai mendapat dengan kesempatan istimewa ini di kantor pusat google Asia Pasifik di Singapura, akhir Februari lalu, bahwa Growpal ini akan semakin yakin dengan perkembangan platformnya ke depan ini dengan menggunakan progressive Web Apps ( PWA ) di bandingkan dengan menggunakan aplikasi mobile di android aplikasi Android Play Store, bahkan Apps Store milik Apple.

Ketika berkunjung ke google Asia pasifik ini akan mendapatkan insight information dan juga akan mendapatkan tentang soal perkembangan produk PWA oleh google ke depan adalah salah satu hadiah yang special bagi Growpal yang sudah berhasil untuk masuk ke dalam kelompok bergengsi kurang lebih 20 Finalias The Nextdev 2017, ajang kompetisi Startup lokal dari bagian terkomsel.

Dengan kesempatan yang istimewa ini akan di bungkus dengan apik oleh pihak Terkomsel dengan melewati Trip yang bertajuk The Nextdev Management Trip To Singapore dalam waktu kurang lebih selama 6 hari dimana mulai pada tanggal 19 February 2018, Growpal ini akan melakukan penyerap di berbagai banyak informasi, Mendapatkan Tools, dan juga mentoring kelas kakap soal Startup dan juga di bagian bisnis digital sektor kelautan yang akan menjadi focus untuk Growpal.

Sebuah Momen Google ini akan menjadi sebuah ibarat seperti Momen emas bagi penyendiri Growpal, Paundra Noorbaskoro (24) dan Ahmad Rizqy Akbar. Bagaimana Tidak, dengan ke dua ini setelah mendengar penjelasan lansung tentang soal dengan sebuah rencana pengembangan PWA ini kedepannya oleh tim Google Asia Pasifik. PWA diyakini bakal menjadi tren dalam pengembangan platform digital untuk di masa depan.

Menurut Paundra, sebagai pengguna PWA sebagai produk asli Google, dan bayangkan kami mendapat informasi langsung rencana pengembangannya dari tim Google sendiri. Saat di Google, Paundra dan Ahmad Rizqy juga mendapat gambaran perusahaan global yang menggunakan PWA dengan keren, seperi Alibaba dan Uber.

Maka itu, dia semakin yakin membesarkan Growpal dengan tampilan PWA ketimbang aplikasi mobile. Keyakinan ini semakin mantap berkat hasil riset internal startup yang dibangun pada akhir 2016 di Surabaya ini.

“Kami semakin yakin dengan konsep PWA bagi pebgenbangan platform growpal ke depan. Jadi kami belum berencana membuat versi aplikasi mobile. Karena dengan format PWA, tampilan Growpal sudah sangat apps sekali. Simpel dan cepat, serta tidak perlu download,” ungkap sarjana Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, baru-baru ini.

Growpal adalah platform investasi digital yang mempertemukan pemilik modal (investor), pemilik lahan, petambak, dan pembeli hasil panen di bidang agribisnis perikanan. Simpelnya, ini platform digital model crowdfunding atau crowdsourcing alias urunan dana untuk bisnis produk perikanan, utamanya udang. Berdasarkan laman growpal.co.id per Senin (26/3), dana investor yang berhasil disalurkan ke 30 hektare lahan atau tambak sudah lebih dari Rp 14,6 miliar. Sementara profit yang sudah dibagiakan lebih dari Rp 2 miliar.

Sebuah Formal Progressive Web Apps ( PWA ) akan mulai di kembangkan oleh bagian tim enginner Google chroome pada saat tahun 2015. PWA ini memiliki banyak sekali kelebihan. dengan antara lain bisa dapat di kunjungi dengan secara offline, dapat menerima notifikasi, dan juga dapat di akses oleh featurephone sekalipun. Bandingkan dengan aplikasi mobile yang akan di butuhkan teknologi 3G. Kelebihan-kelebihan tersebut menjadi strategis untuk startup di Indonesia, lantaran pengguna smartphone di Indonesia belum sampai ke pelosok serta belum meratanya jaringan 36 dan 4G secara nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *