Indonesia Akan Kembangkan Layana Keuangan berbasis Teknologi Informasi

Indoensia Akan Kembangkan Layana Keuangan berbasis Teknologi Informasi

Indonesia Akan Kembangkan Layanan Keuangan berbasis Teknologi Informasi

Dari kementrian Koperasi Dan UKM ini akan mengingatkan bahwa koperasi syariah benteng Mikro Indonesia ( kopsyah BM ) ini akan mengembangkan layanan keuangan berbasis Teknologi Informasi. Dengan hal tersebut ini agar lebih mempermudah untuk melakukan transaksi dengan UMKM yang akan menjadi anggota. selain itu dengan pemanfaatan teknologi ini juga akan menjadi salah satu indikator yang dimana keberhasilan untuk peningkatan daya saing UMKM.

Deputi Bidang Pembiayaan, Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan teknologi informasi memberikan banyak kemudahan, seperti dapat mencatat transaksi secara real time, kemudahan layanan dengan melakukan pembayaran secara online, jangkauan transaksi tidak terbatas, optimalisasi pemasaran, serta perluasan jejaring bisnis. Oleh karena itu teknologi informasi perlu digunakan] sehingga anggota Kopsyah BMI yang sebagian besar adalah pelaku usaha mikro dapat tumbuh dan berkembang. Kopsyah BMi ini juga telah memasuki usia ke-5 dengan secara historis, kelahiran Kopsyah BMI ini akan di bidang program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam bentuk lembaga keuangan non formal yang kemudian bertranformasi menjadi Koperasi Syariah pada tahun 2013.

Sampai sekarang, Kopsyah BMI ini telah memberikan layanan keuangan syariah kepada 132.940 orang anggota dan simpanan anggota Rp1,3 miliar, serta akumulasi penyaluran pembiayaan syariah mencapai Rp2,6 triliun. Yuana mengapresiasi Kopsyah BMI karena telah memperoleh kepercayaan dari anggota, masyarakat dan pemkab Tangerang, serta Lembaga Swadaya Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH USAID), water.org dan kiva.org. Dimana LSM tersebut bekerja sama melaksanakan program renovasi sanitasi dan penyediaan air bersih.

Selain itu, dalam bidang perumahan Kopsyah BMI membangun Rumah Layak Huni (RLPH) yang memenuhi standar international minimal yang ditetapkan UN Habitat, yakni lembaga resmi di bawah PBB dan dikembangkan secara gratis bagi anggotanya, baik yang terkena bencana alam, kebakaran maupun tidak layak huni. Melalui kegiatan yang dijalankan, Kopsyah BMI diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat, terutama pada saat ini pemerintah mencanangkan penerapan keuangan inklusif, maka praktek Kopsyah BMI merupakan salah satu contoh baik dalam penerapan keuangan inklusif di Indonesia.

dari ketua Kopsyah BMI ini mengatakan bahwa dari pihak yang berkomitmen ini untuk menerapkan dengan sistem ekonomi islam dengan menjadikan sebagai pendayagunaan ZISWAF (zakat, infaq, sedekah dan wakaf) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Adapun dana yang dihimpun berasal dari pengawas, pengurus, karyawan dan anggota koperasi.
Pendayagunaan ZISWAF Kopsyah BMI akan dioptimalkan untuk melalui program di antaranya pengadaan 100 ha sawah, pembangunan rumah sakit, rumah tahfidz dan masjid, serta pembangunan rumah siap huni gratis yang sampai saat ini sudah berjumlah 70 unit.