Samsung Usut Sejumlah Layar Galaxy S9 Yang Tak Responsif

Samsung Usut Sejumlah Layar Galaxy S9 Yang Tak Responsif

Samsung Usut Sejumlah Layar Galaxy S9 Yang Tak Responsif

Sejumlah pengguna Galaxy S9 baru-baru ini menyebut ada bagian yang tak responsif (dead spot) di layar Galaxy S9 milik mereka. Ada yang mengatakan, layar tak responsif ini bisa diselesaikan dengan melakukan factory reset perangkatnya. Namun, sejumlah pengguna lain yang sudah me-reset perangkatnya, mengaku layar Galaxy S9 miliknya masih tak responsif. Diduga hal ini karena masalah hardware.

Mendapat laporan tentang hal ini Samsung mengatakan akan menindaklanjutinya dengan melakukan investigasi. Selain itu menurut mereka, hanya sejumlah kecil Galaxy S9 yang terdampak masalah dead spot pada layarnya. Di Samsung, kepuasan pengguna adalah inti dari bisnis dan kami bertujuan menghadirkan pengalaman terbaik kepada pengguna. Kami mencari tahu ke sejumlah kecil laporan layar tak responsif Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus. Kami juga akan menginvestigasi dan bekerja sama dengan pelanggan terdampak.

Sekadar diketahui, ketika sebuah layar sentuh tidak responsif, hal ini dideskripsikan sebagai dead spot. Artinya, layar tidak memberikan respons pada sentuhan di beberapa bagian. Dead spot bisa terjadi di bagian manapun di layar. Sejumlah pengguna Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus mengklaim dead spot di layar mereka paling banyak terjadi di bagian bawah layar. Beberapa pengguna lain mengatakan, dead spot hanya mempengaruhi sejumlah huruf pada virtual keyboard.

Tentunya hal tersebut membuat pengguna tak bisa mengetik, entah itu mengetik satu per satu huruf atau menggunakan metode swiping. Staf Samsung yang mendapat laporan dead spot ini segera mengganti unit Galaxy S9 atau S9 Plus milik pengguna yang terdampak. Oleh karena itu, jika kamu mengalami hal serupa, kamu bisa langsung mengontak perusahaan dan menjadwalkan pertemuan agar perangkat segera diperiksa oleh tim Samsung. Meski Galaxy S9 Plus lebih murah, ternyata dari segi ongkos perakitan dua smartphone tersebut tidak berbeda jauh, yakni hanya selisih US$ 10 (Rp 137 ribu).

Dilansir dari Tech Insights, biaya perakitan Galaxy S9 Plus adalah US$ 379 (Rp 5,2 juta) dan ongkos pembuatan iPhone hanya berkisar X US$ 389 (Rp 5,3 juta). Jika dilihat dari angka tersebut, Samsung tentu mendapatkan untung di atas 50 persen dari penjualan Galaxy S9 Plus, dan Apple akan mendapat untung lebih besar lagi dari penjualan iPhone X. Pertama, iPhone X mengeluarkan ongkos sebesar US$ 52 (Rp 700 ribuan) untuk applications processor, dan US$ 12,5 (Rp 160 ribuan) untuk baseband procesor. Galaxy S9 Plus menghabiskan biaya US$ 68 (Rp 930 ribuan) untuk biaya applications dan baseband processors.

Untuk baterai, Galaxy S9 Plus mengeluarkan US$ 5,5 (Rp 75 ribu), dan iPhone X mengeluarkan biaya US$ 6,5 (Rp 89 ribu). Yang paling mahal dari keduanya adalah biaya display atau layar sentuh. Galaxy S9 Plus menghabiskan US$ 72 (Rp 990 ribu) dan iPhone X mengeluarkan Rp 68 ribu lebih mahal untuk hal yang sama. Bila dari segi display iPhone X menjadi pemenang dari segi harga, ternyata dari segi kamera Galaxy S9 Plus lebih unggul. Kamera di Galaxy 9 Plus menggelontorkan dana sebesar US$ 48 (Rp 660 ribu) untuk kamera, iPhone X menghabiskan US$ 43 (Rp 591 ribu). Harga iPhone X sendiri ada di kisaran Rp 17-24 juta, sementara Galaxy S9 Plus masih di kisaran Rp 12-14 juta rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *