Tanda Infeks Telinga Pada Anak

Tanda Infeks Telinga Pada Anak – Telingan menjadi alat pendengaran setiap orang, organ tubuh yang satu ini harus selalu di jaga kebersihannya, jika tidak, efeknya akan memberikan pendengaran yang kurang jelas. Bukan hanya sampai di situ saja, ada beberapa penyakit telinga yang dapat menyerang orang tua ataupun pada anak, yaitu infeksi telinga. Menjadi orang tua pastinya tidak ingin anaknya teserang penyakit, apa lagi sampai mendengar sistem pendengarannya.

Maka dari itu, kebersihan telinga pada anak harus selalu di lakukan pada orang tua/ibu. Anak yang masih kecil tentunya masih belum mengerti bagaiman caranya untuk memberihkan telinga. Jangan pernah sesekali membiarkan anak anda untuk membersihkan telinganya menggunakan Cotton bud sendiri. Karna bisa saja pada saat anak membersihkan telinga tanpa sengaja tertusuk lebih dalam telinga yang akan merusak gendang telinga sang anak.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Bayi Agar Terhindar Dari Penyakit

Namun jika anak anda terserang gejala infeksi telinga, sebaiknya segera bawa anak anda ke dokter agar anak di berikan pengobatan yang tepat. Lalu bagaimanan cara mengetahui infeksi telinga pada anak? Memang untuk mengenali penyakit yang satu ini tidak segampan dengan anak yang terkena demam, pilek atau yang lainnya. Ada beberapa tanda bahwa anak anda sedang terkena gejala infeksi telinga, bagi anda para orang tua yang masih belum mengetahuinya, silahkan simak pemberitahuan ini.

Demam

Infeksi telinga memang terjadi ketika anak memiliki penyakit lain, seperti pilek, flu, atau radang tenggorokan. Penyakit tersebut bisa membuat anak demam. Namun saat infeksi telinga terjadi, anak akan mengalami demam yang cukup tinggi, yaitu sekitar 38 derajat celcius.

Nyeri pada telinga

Peradangan pada telinga oleh bakteri menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada telinga. Ini merupakan gejala utama pada infeksi telinga. Untuk anak yang belum bisa bicara, biasanya akan terus rewel dan menarik-narik telinganya karena sakit. Namun untuk anak yang sudah bisa bicara, mereka akan mengeluhkan adanya rasa nyeri pada telinga.

Nafsu makan berkurang

Tabung eustachius yang meradang menyebabkan rasa sakit pada telinga dan bisa memengaruhi nafsu makan anak. Gerakan mengunyah dan menelan makanan menyebabkan adanya tekanan tinggi pada telinga sehingga rasa nyeri muncul. Inilah sebabnya nafsu makan anak menjadi berkurang.

Kesulitan tidur

Saat sakit, tubuh anak menjadi lebih lemah sehingga akan memilih untuk berbaring tidur. Namun, anak yang mengalami infeksi telinga akan mengalami kesulitan untuk tidur. Membaringkan tubuh ke samping, tepatnya pada bagian telinga yang terinfeksi menyebabkan adanya tekanan pada telinga tengah sehingga membuat rasa nyeri pada telinga lebih menyakitkan. Kondisi ini akan membuat anak menjadi susah untuk tidur karena posisi tidurnya lebih terbatas.

Kesulitan mendengar dan menjaga keseimbangan

Gelombang suara yang anda dengar bergerak melalui udara. Penumpukan lendir pada telinga mengganggu saluran esutachius untuk mengatur keseimbangan udara tersebut. Saat lendir menumpuk, gelombang suara yang seharusnya mencapai telinga bagian tengah jadi terhalang. Ini sebabnya anak merasakan telinga bindeng dan tidak responsif terhadap suara.

Kemudian, telinga bagian tengah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan tubuh juga terganggu fungsinya. Akibat peradangan, tekanan pada labirin pada telinga bagian tengah menjadi lebih besar sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan. Kondisi ini akan membuat anak berjalan goyah atau sulit mempertahankan posisi tubuhnya dengan benar.

Keluar cairan dari telinga

Tabung eustachius pada telinga memang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ini bisa tercium ketika anda membersihkan kotoran telinga pada anak. Namun saat infeksi telinga terjadi, bau busuk tersebut dapat tercium padahal tidak sedang dibersihkan. Ini menjadi awal tanda adanya cairan tidak normal pada telinga.

Seiring waktu, cairan berwarna putih kekuningan akan keluar dari telinga. Cairan tersebut merupakan nanah, yaitu kumpulan sel darah putih yang gagal menyerang pantogen. Namun, gejala ini jarang terjadi dan dapat hilang bila infeksi diobati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *